Haven't been in the mood to write anything within the last few months, but I just have to make an exception on this one.
Not going to say much, just watch this clip:
To score a hattrick is by no means an easy feat, no matter who the oppositions are (well, Fiji doesn't count).
To score 4 goals in a match is extra special.
To score 4 goals in a match without a tap in is almost unheard of.
To score 4 goals with virtually every legal parts of your body is just...(enter your own superlatives here 'cause I can't think of any)
I still remember Robbie Fowler's perfect hattrick against Arsenal (gosh, how long has that been?!), but this one is even better.
Let's just hope Liverpool can keep this player a while longer. He's quite an exquisite breed.
YNWA
Liverpool Is In Me
Articles. News. Gossips. Transfers. MY take on Liverpool FC.
Saturday, November 12, 2011
Saturday, August 13, 2011
Week 1 Report: A Team with Two Personalities
It was meant to be a new beginning for LFC. For the first time in a while, we managed to compete financially with the big guns. Excitement could barely be contained when all four of our big signings decorated the First XI against Sunderland. On paper, it looked as if we were going to win this match quite comfortably. The first 45 minutes was a preview of the future. Luis Suarez, even after missing a penalty, was at his menacing best; Charlie Adam orchestrating the midfield just like what Xabi Alonso did a few seasons back; Steward Downing was very direct and purposeful, highlighted by a superb run from the halfway line in which he followed up with a rasping shot that hit the crossbar. It was a question of how many rather than how the final outcome was going to be.
Second half, however, was different. It was a reminiscence of the old Liverpool: rigid and uninventive. Passes started to go astray; too many long balls and too little penetration from the forwards. Credit to Sunderland, they managed to close down Adam and kept Downing quiet. Jordan Henderson was nowhere to be seen; Andy Carroll tried, but the support from a tired Luis Suarez was not as effective as the first half. Sunderland’s equalizer was a direct result of our inability to hold the ball. John Flanagan’s inexperience was exploited more than a few times, as one of his misjudgments led to a goal (well taken volley, mind) by Sunderland’s own debutant Seb Larsson.
Our play did not improve much after the goal. We were still sloppy and not patient enough to pass it around and probe the final third. Our performance tonight is a reminder that you really can’t build Rome in a day. It is always a work in progress when you signed four outfielders over the summer and try to incorporate them to our first XI all at once. We saw plenty of promise in the first half and some mistakes in the second half to be studied upon. Not the result we wanted, but there are still 37 games to play for. The potential is clearly there, we just need to work on the consistency. Easier said than done, but I believe we can do it. YNWA!
Labels:
Liverpool
Tuesday, July 5, 2011
Layanan Permohonan Paspor RI Online: Bergunakah?
Seiring dengan perkembangan teknologi, penduduk Indonesia yang berniat memperpanjang paspor (membuat paspor baru) sekarang dapat melakukannya secara online. Nah, apakah keuntungan melakukan proses online jika dibandingkan dengan proses manual?
Sebelum saya memulai ulasan ini, mungkin anda perlu mengetahui sedikit detail pribadi saya karena dokumen-dokumen yang diperlukan berbeda setiap individualnya (tergantung status, jenis pekerjaan, dsb):
Status: Belum berkeluarga (jika sudah, Surat Nikah diperlukan. Pembuatan paspor anak perlu Surat Pernyataan)
Pekerjaan: wiraswasta (karyawan negara/swasta perlu melampirkan SKK)
Paspor: perpanjangan paspor perorangan
Dokumen yang saya persiapkan: Kartu Keluarga (KK), KTP, Akte Kelahiran, Paspor lama (jika ada). Dokumen yang saya sebutkan diatas harus difotokopi (ukuran A4!) dan aslinya juga harus dibawa. Website Imigrasi RI memberikan penjelasan yang cukup detail mengenai dokumen yang diperlukan.
Satu hal lagi yang perlu diketahui, bahwa permohonan paspor (baik baru maupun perpanjangan) mempunyai cara kerja yang IDENTIK. Baik secara Online maupun Manual, tidak ada perbedaan pada proses penanganannya.
Flow penanganan pembuatan/perpanjangan paspor RI sbb:
1. Datang, beli stopmap (sudah termasuk Cover paspor baru) seharga Rp. 10.000,-
2. Ke customer care, cek dokumen dan pengisian formulir pra-permohonan. (Tidak harus ke customer care, tetapi menurut saya penting untuk memastikan dokumen anda lengkap/tidak)
3. Ke loket pra-permohonan, dimana mereka memeriksa dan mengambil stopmap anda untuk proses selanjutnya. (Jika manual, anda akan mendapat nomor antrian A sebelum proses konfirmasi)
4. Ke loket konfirmasi, dimana anda mendapatkan tanda terima (konfirmasi) permohonan.
5. Ke loket pra-pembayaran, dimana anda akan mendapatkan nomor antrian B untuk melakukan pembayaran, foto, dan wawancara.
6. Kembali ke loket pra-pembayaran (yang juga bertindak sebagai kasir) untuk membayar biaya paspor RI anda (Rp. 255.000,-)
7. Ke ruang biometrik untuk melakukan foto dan wawancara singkat.
Anda pasti bertanya, jika tidak ada perbedaan proses penanganan paspor, mengapa saya harus repot-repot mengisi online form serta meng-scan dokumen-dokumen yang diperlukan? Toh akhirnya saya juga harus fotocopy dokumen-dokumen tersebut, serta mengisi form lagi di kantor imigrasi. Apa keuntungan Layanan Permohonan Paspor Online?
Nah, jika anda perhatikan flow 1-7 diatas, proses tersebut sangatlah tidak efktif dan berbelit-belit. Tetapi, jika anda telah melakukan permohonan paspor secara online, proses penanganan paspor (1-7) akan beres pada hari itu juga. Jika dilakukan secara manual, anda diharuskan datang 2 (dua) kali: proses 1-3 di hari pertama, dilanjutkan dengan proses 4-7 di hari kedua. Jadi, permohonan paspor secara online akan menghemat waktu anda secara signifikan.
Apakah saya sangat merekomendasikan Layanan Permohonan Paspor Online dari Ditjen Imigrasi RI? Ini pertanyaan yang cukup sulit dijawab. Benar, dengan melakukan pra-permohonan secara online, anda hanya datang sekali untuk proses permohonan (sekali lagi untuk pengambilan). Tetapi, banyak travel terkemuka yang menawarkan jasa pembuatan paspor. Anda hanya datang pada saat pengambilan foto dan wawancara.
Konklusi:
Jika anda ingin mengurus paspor sendiri, saya sangat tidak merekomendasikan pra-permohonan paspor secara manual karena anda diharuskan datang 2 kali (plus 1 kali lagi untuk pengambilan). Tetapi, saya menghabiskan waktu hampir 6 jam di kantor imigrasi walaupun saya telah melakukan pra-permohonan online. Setiap flow diatas (1-7) membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit. Jika anda terlalu sibuk untuk menghabiskan 5-6 jam dihari kerja, jasa agen travel adalah solusi yang terbaik. Anda mungkin harus membayar lebih mahal (sekitar 1,5 kali harga normal), tetapi anda hanya perlu menunggu 1-2 jam untuk proses foto dan wawancara.
Layanan Online Ditjen Imigrasi adalah satu langkah yang positif, tetapi efisiensi proses pembuatan paspor sangatlah buruk dan berbelit-belit. Semoga Ditjen Imigrasi (dan institusi-institusi lainnya di Indonesia) dapat terus berbenah untuk melayani masyarakat dengan lebih baik.
Labels:
Whatever...
Subscribe to:
Posts (Atom)
